Merk Kerudung anak Indonesia

Merk Kerudung anak Indonesia . Bila kita lihat di berbagai media sudah banyak sekali merk kerudung untuk dewasa bahkan untuk anak anak dan bayi. Masih ingatkah kira-kira dulu tahun 90-an masih tergolong jarang orang yang memakai jilbab. Paling saat pengajian dan takziah saja. Di sekolah, kampus, dll – masih jilbab belum umum dipakai.

Lihat sekarang. Anak PAUD, TK bahkan bayi pun sudah pake jilbab. Kadang juga mereka memakai turban. Ini menunjukkan bahwa tren serta kewajiban menutup aurat menuju ke arah yang postif. Tinggal dipertahankan, syukur-syukur diperbaikai ke arah syar’i.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perkembangan jilbab / hijab sudah sangat cepat sekali. Banyak brand-brand bermunculan. Dari yang besar seperti Rabbani, Elzatta, Zoya sampai ke industri rumahan. Dari kota-kota besar sampai ke pelosok desa.

Apalagi sejak munculnya start up Hijup, ranah per-jilbab-an online semakin bergairah lagi. Tak kalah Hijabenka, Muslimarket, dll hadir untuk berkompetisi.

Lalu bagaimana dengan modelnya jilbabnya? Basic-nya tetap bergo, syiria serta pashmina. Hanya kadang beberapa brand memodifikasi sedikit. Intinya tetap ketiga model tersebut.

Tren jilbab anak modern sangat terpengaruh dengan tren hijab dewasa. Oleh sebab itu, saat ini justru jilbab anak dengan desain simpel banyak diminati oleh masyarakat. Alasannya mudah dipakai dan gak ribet.

Yuk Bunda, ajarkan anak kita berhijab sejak dini. Biar nanti kalo sudah besar tidak disuruh-suruh lagi. Kamu bisa dapatkan koleksi jilbab anak yang simpel dan elegan di RifaraOfficial.com . Ada model bergo & pashmina instan dengan banyak warna. Apalagi kemasannya cantik banget & harganya cukup murah.

Berjilbab akan membuahkan harga diri seorang mukminah. Berjilbab adalah merupakan aktualisasi rasa malu dan tabir seorang wanita. Berjilbab adalah perintah yang sangat jelas dari Alloh dan Rosul-Nya. Berjilbab adalah perwujudan keimanan seorang muslimah. Dan berjilbab adalah sebuah pemuliaan.

Setiap abi, ummi, dan para pendidik akan berdiri tegak dihadapan Alloh ditanyai tentang anak-anaknya, bagaimana ia mendidiknya, mengapa mereka tidak menyuruhnya untuk taat kepada Alloh. Dan jilbab merupakan kewajibab setiap muslimah sebagaimana datangnya titah sholat, dsb.

Bagaimana taktik melatih putri kita berjilbab?

  1. Fase Pranikah

Wajin bagi seorang lelaki untuk memilihkan ibu yang baik dalam aqidah, akhlak dan manhaj untuk anak-anaknya. Jika anak perempuan tumbuh besar di bawah asuhan

ummi seperti ini, niscaya akan mengoptimalkan syariat Alloh ditegakkan di rumah.

  1. Fase Pasca Nikah

Hendaknya orang tua membangun cinta, penghormatan, dan saling memahami. Hendaknya orang tua berdoa kepada Alloh agar dianugrahi anak yang sholeh maupun sholehah.

  1. Fase dalam Kandungan

Hendaknya seorang ibu yang tengah hamil agar mendekatkan diri kepada Alloh dengan amalan-amalan sholeh sehingga memberikan ketenangan dan ketentraman pada jiwa.

  1. Fase 0 Sampai 2 Tahun

Di masa ini hendaknya seorang ummi sudah mengajarkan rasa malu pada anak-anaknya. Sebab rasa malu adalah landasan dalam berhiijab.

Seorang ummi hendaknya tidak membuka pakaiannya dihadapan siapapun. Jangan menganggap dia masih kecil, sebab seorang anak pun telah sadar dengan rasa malu ini namun belum bisa ia ungkapkan.

Seorang ummi harus menjadi suri teladan, ia mengingatkan putrinya jangan membuka jendela atau pintu kecuali setelah memakai jilbab. Begitu pula ketika putrinya melihat umminya menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharomkan. Juga di saat mau masuk ke kamar anak-anaknya, hendaknya seorang ummi meminta izin kepada anak-anaknya. Insya Alloh ihwal ini akan membentuk kepribadian mereka saat dewasa.

  1. Fase 3 Sampai 5 Tahun

Masa ini, anak-anak sudah mencontoh hal-hal yang menonjol dari orang besar. Karena itulah, buatkan anak jilbab mungil berdasarkan warna yang disukai anak. Ajaklah ia pergi ke masjid bersama abinya, atau umminya. Bisa juga mengajak anak pergi ke majelis ilmu

Penting juga kita mengajarkan cara bergaul dan batasannya dengan para tetangga, kaum kerabat laki-laki, baik yang masih kecil maupun yang besar.

Bermanfaat pula orang tua mengumpulkan teman-teman putri kita yang sholehah di rumah. Di samping itu, mendatangkan beberapa pengajar perempuan selain ibunya yang bisa memberikan teladan.

  1. Fase 6 Sampai 8 Tahun

Masa ini, putri kita hendaknya diajarkan untuk merendahkan suara. Terlebih lagi dihadapan bukan mahrom. Ia harus belajar malu pada dirinya sejalan dengan menghormati pribadinya sendiri.

  1. Fase 9 Sampai 11 Tahun

Masa ini, daya pikir anak semakin meningkat. Maka arahkanlah anak untuk untuk meningkatkan imam dan takwa kepada Alloh. Kuatkanlah tauhid mereka, keimanan kepada akhirat, surga dan neraka.

Juga bersama menghadapi problematika anak, pemahaman terhadap psikis anak juga perlu diperhatikan. Orang tua juga mestinya menggali potensi anak, apakah ia suka menjahit, medis, menulis, memasak, dll. Asa keterampilan mereka sejak dini.

  1. Fase 12 Sampai 16 Tahun

Jika masa ini adalah masa dimana anak menolak beberapa perintah Alloh, dengan melawan, membantah, dll, maka berikut adalah tipnya:

  1. Hindari untuk sementara tema jilbab. Karena kita akan mendidik hati maka dibutuhkan kesabaran dan ketakwaan.

Di tahap awal ini, yang kita update adalah bagaiman membangun kepercayaan anak kepada orang tua, sehingga jiwa anak tentram.

  1. Pada tahal ini, jangan pula berbicara pada mandat berhijab. Tapi, lakukanlah aksi mengarah ke sana. Misalnya minta ditemani ke tempat taklim, bukan untuk mengajaknya ikut kajian. Sekedar ditemani saja. Kalau ditolak, jangan dikomentari. Ulangi nanti pada momentum lain. Bersabarlah.

Mintalah pertolongan kepada Alloh, jangan bersedih, berbaiksangkalah kepada Alloh. Karena ini semua mengandung hikmah.

Bila ia telah berhijab, maka tumbuhkanlah, semailah hatinya agar mencintai Alloh dan beristigfar kepada Alloh. Agar ia menukar kejelekan dengan kebaikan, yaitu dengan berhijab.

  1. Fase 17 Tahun ke Atas

Masa ini, gunakanlah diskusi yang mengarah. Biarkan mereka menjawab soal-soal ini:

  1. Wahai putriku, senangkah engkau jika mendapat dosa karena terlihat sehelai rambutmu dihadapan non mahrom?
  2. Apakah engkau mau menukar akhiratmu dengan dunia fana ini?
  3. Apakah engkau senang manakala Alloh murka disebabkan dirimu yang tidak berhijab?
  4. Apakah engkau menolak menjadi orang yang lebih tinggi dan mulia daripada bidadari surga?
  5. Apakah engkau mampu menolak datangnga kematian?
  6. Apakah kamu menjamin, bahwa malaikat maut akan menunda nyawamu sampai kamu mengenakan hijab

About The Author

Add Comment